Thu. Aug 18th, 2022
heat detector

Heat detector atau alat identifikasi panas tergolong satu diantara bagian anti kebakaran yang wajib dipunyai tiap-tiap gedung disamping hidran atau fire extinguisher. Sebab kemunculannya cukup penting, kita perlu ketahui asal muasal technologi ini serta bagaimana caranya kerjanya.

 

Apa Itu Heat Detector?

Alat identifikasi panas adalah struktur anti kebakaran yang bekerja lewat cara menelusuri panas di area tempat alat ada. Seandainya alat menjumpai terdapatnya peningkatan temperatur sampai 60°C, jadi detector segera akan terjalin dengan sirene buat keluarkan bunyi peringatan.

Disamping sirene, alat identifikasi panas pun terjalin dengan sprinkler. Sprinkler yaitu struktur pemadam kebakaran yang bekerja lewat cara mengeluarkan air ke semua penjuru demikian sirene keluarkan bunyi. Impiannya, air yang dikeluarkan bisa mematikan sumber panas serta minimalisasi efek kebakaran.

Asal Mula serta Kemajuan Heat Detector

Disamping alat pendeteksi panas kita pun mengetahui alat identifikasi asap. Secara tekhnis, manfaat ke-2  alat ini serupa, adalah untuk menjumpai kebakaran sedini mungkin. Ke-2 nya pun sama dipatenkan oleh George Andrew Darby, seseorang pakar Fisika sekalian akademikus asal Eropa.

Alat pendeteksi panas pertamanya kali dikenalkan di tahun 1902. Namun di tahun 1930 hingga 1965, alat ini lebih banyak ditingkatkan oleh banyak akademikus tergolong salah satunya Walter Jaeger. Dari peningkatan yang telah dilakukan oleh akademikus tersebut-lah, cikal bakalan alat pendeteksi panas kekinian terwujud.

Hingga detik ini, masihlah banyak peningkatan yang telah dilakukan biar heat detector dapat ada dalam vs lebih bagus serta terpadu ke bermacam alat lain maka kebakaran dapat di cegah sedini mungkin.

 

Trik Kerja Heat Detector

Di pasar, ada dua macam alat pendeteksi panas yang tersebar, ialah rate of rise detector (ROR) serta fixed detector. Ke-2 nya punya trik kerja serta kelebihan semasing ialah,

anda memerlukan fire alarm ? pastikan anda menghubungi Kontraktor terpercaya seperti Revanindo yang telah memiliki segudang pengalaman.

 

1. Trik Kerja ROR Detector

ROR bekerja dengan memanfaatkan struktur thermocouple maka cukup peka di temperatur serta api. Pada 1 menit saja, ROR dapat menjumpai peningkatan temperatur sampai 12°C. Buat ruang identifikasinya, ROR dapat sampai 50 m2 seandainya dimasukkan di ketinggian 4 m. Sewaktu dimasukkan di plafon yang makin tinggi, raihannya menyusut jadi 30 m2.

Perihal itu membikin ROR sesuai dipakai di area atau tempat dengan temperatur normal tanpa ada banyak asap seperti kamar, kantor, rumah sakit, atau tempat arsip. Biar ROR memiliki fungsi maksimum, alat ini dicetak anti lembab, debu, serta tak dapat dimasuki serangga.

 

2. Trik Kerja Fixed Detector

Tidak sebanding dengan ROR, fixed detector bekerja lewat cara membanding-bandingkan temperatur area dengan temperatur maksimum yang tertera di struktur. Perumpamaannya, temperatur suatu area seputar 40°C dengan temperatur maksimum tertera seputar 50°C. Waktu memanfaatkan ROR, temperatur 40° segera akan menghidupkan sirene.

Sebaliknya, fixed detector malahan merasa temperatur itu normal serta tak menyebabkan sirene dikarenakan ketimbang temperatur maksimum ialah 50°C, temperatur area termasuk rendah. Simpelkan? Berikut ini kenapa fixed detector kebanyakan dimasukkan di ruang efek tinggi seperti dapur, lantai paling dasar, tempat mesin, atau tempat beruap.

Buat ruang identifikasi, macam ini dapat menelusuri sampai sepanjang 30 m2 seandainya terpasang di plafon dengan tinggi 4 m. Apabila dimasukkan makin tinggi kembali, seputar 8 m, ruang identifikasinya berkurang sampai 15 m2 saja. Sebab trik kerjanya menyertakan temperatur maksimum area, fixed detector udah dikalibrasi automatic serta melintasi ujui kontrol maksimum.

Membaca penjelasan di atas bisa dimengerti kalau punya alat pendeteksi panas amatlah penting. Ditambah lagi apabila kita tinggal di lantai atas suatu gedung yang sukar digapai petugas pemadam kebakaran.

 

Itu dia penjelasan terkait heat detector, mudah-mudahan berfaedah.