Sun. Sep 19th, 2021
teori portofolio investasi adalah

Dalam investasi, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan. Mulai dari modal, tujuan, hingga instrumen investasi yang ingin digunakan. Selain itu, Anda juga harus mengetahui teori portofolio investasi adalah beberapa jenis instrumen yang dimiliki oleh seseorang. Portofolio investasi meliputi beberapa aset yang bisa terdiri dari berbagai jenis instrumen investasi yang berbeda.

Dalam investasi, aspek portofolio biasanya dipandang sebelah mata. Beberapa orang cenderung mengabaikan portofolio ini dan hanya fokus pada instrumen yang dimiliki saja. Padahal dengan memahami portofolio investas, Anda bisa melakukan diversifikasi instrumen agar dapat menghasilkan return yang maksimal.

Pengertian Teori Portofolio Investasi Adalah

Portofolio investasi merupakan kumpulan instrumen investasi yang Anda miliki. Secara sederhana, portofolio ini berupa kumpulan aset investasi Anda. Seperti misalnya investasi emas, saham, reksadana, obligasi, properti, dan berbagai instrumen lainnya.

Dalam investasi, portofolio akan membagi dana investasi ke beberapa aset yang paling menguntungkan. Inilah alasannya portofolio investasi bisa memberi lebih banyak return bagi para investor.

teori portofolio investasi adalah

Hal ini sesuai dengan nasihat investasi dari Warren buffet yang mengatakan bahwa jangan menaruh semua telur di satu keranjang saja. Apabila keranjangnya jatuh, maka semua telur tidak ikut pecah. Dengan konsep tersebut, Anda bisa menerapkannya lewat portofolio investasi yang berisi beberapa aset berbeda.

Tujuan portofolio tentu saja memberi diversifikasi risiko yang Anda tanggung dari sebuah instrumen investasi yang dipilih. Dengan begitu risiko kerugian akan berkurang karena aset Anda tidak berada di satu jenis investasi.

Jika Anda ingin melakukan diversifikasi investasi, maka yang paling tepat menggunakan teori portofolio investasi adalah reksadana. Saat ini reksadana menjadi investasi terdiversifikasi yang paling lengkap dan bisa disesuaikan profil risikonya menjadi 3 jenis yang akan dibahas lebih lengkap di bawah ini.

3 Jenis Portofolio Investasi Reksadana

Sebenarnya Anda bisa mendiverisfikasi portofolio investasi sesuai kemauan dan kebutuhan. Tetapi berikut ini 4 jenis portofolio investasi reksadana yang akan dibahas pada ulasan teori portofolio investasi adalah:

1. Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana yang satu ini melakukan investasi pada instrumen deposito dan obligasi. Durasi jatuh temponya kurang dari satu tahun dan tergolong sebagai jenis investasi yang aman. Risiko yang rendah dari Reksadana Pasar Uang tentu saja seiringan dengan nilai return yang terbilang tidak terlalu tinggi.

Namun investasi ini cocok untuk jangka pendek di bawah satu tahun karena bisa memberi return sampai 6%. Selain itu, jenis investasi ini juga cocok bagi pemula karena bisa membelinya lewat platform reksadana.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Portofolio investasi yang kedua adalah Reksadana Pendapatan Tetap. Pada portofolio ini 80% uang Anda akan dialokasikan ke dalam bentuk investasi yang sifatnya utang. Sedangkan sisahnya sebesar 20% dialokasikan untuk instrumen investasi deposito. Reksadana Pendapatan Tetap cocok untuk investasi jangka menengah, 3 sampai 10 tahun lamanya.

3.  Reksadana Campuran

Untuk yang ketiga dalam pembahasan teori portofolio investasi adalah Reksadana Campuran. Jenis portofolio yang satu ini berisi instrumen investasi saham dan obligasi. Persentasenya juga beragam sesuai dengan masing-masing produk investasinya.

Jenis Reksadana campuran umumnya dipakai oleh para investor yang ingin berinvestasi hingga 10 tahun. Nilai return reksadana campuran tentu saja lebih besar dibanding yang lainnya, hanya saja nilai risikonya juga terbilang lebih tinggi. Namun portofolio ini tetap cocok untuk pemula karena sepenuhnya diatur oleh manajer investasi berpengalaman.

Nah, sekarang sudah tahu kan teori portofolio investasi adalah kumpulan dari instrumen investasi yang berbeda? Semoga ulasan ini bermanfaat dan selamat menambah portofolio Anda!