Fri. Sep 24th, 2021

main image

Batik merupakan salah satu warisan budaya tradisional asli Indonesia yang sudah mendunia. Batik tulis merupakan salah satu jenis proses produksi kain batik yang mana teknik pembuatan motifnya langsung ditulis secara manual oleh tangan. Oleh karena itu, kain batik tulis memiliki nilai dan harga yang jauh lebih tinggi daripada kain batik print atau cap dikarenakan proses pengerjaannya yang memakan waktu yang lebih lama. Berikut ini adalah proses pembuatan kain batik yang dilakukan secara manual atau batik tulis.

Alat untuk membuat batik tulis :

  1. Kain, kain yang digunakan untuk membuat batik pada awalnya menggunakan hasil hasil tenunan sendiri. Namun, sekarang ini kain yang digunakan untuk membuat batik biasanya menggunakan kain jenis mori, katun, atau sutera.
  2. Canting, yaitu alat pembuatan motif semacam pena yang diisi lilin malam sebagai tinta. Canting terdiri dari tiga bagian, yaitu pegangan canting terbuat dari bambu. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam, serta ujung yang berlubang sebagai ujung pena tempat.
  3. Gawangan, yaitu tempat untuk menyampirkan kain yang dipakai untuk membuat batik. 
  4. Lilin (malam), dalam proses pembuatan batik berfungsi untuk menahan warna agar tidak masuk ke dalam serat kain. Sebelum digunakan lilin dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor.
  5. Panci dan kompor kecil untuk memanaskan, 
  6. Larutan pewarna, pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan yang ada ditiap daerah. Sehingga pewarna yang dipakai tiap daerah akan berbeda-beda.

 

Tahapan membuat batik tulis :

  • Nyungging

Proses pertama kali ketika membuat batik tulis yaitu membuat pola di atas kertas yang dikerjakan oleh spesialis pola, membuat desain batik pada kain mori atau disebut molani. 

Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil. Tidak semua orang dapat mengerjakan pola ini.

  • Njaplak

Proses memindahkan pola dari kertas ke kain.

  • Nglowong

Pada tahapan ini pembatik melukis dengan lilin malam yang telah dicairkan menggunakan canting dengan mengikuti pola.

  • Ngiseni

Pada tahapan ini memberikan isen-isen (isian) pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan.

  • Nyolet

Tahapan ini memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas.

  • Mopok

Tahapan ini yaitu menutup bagian dengan lilin malam pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih. Canting pada bagian halus atau untuk bagian berukuran besar.

  • Nembok

Proses menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai. 

  • Ngelir

Pada tahapan ini dilakukan pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukkannya ke dalam pewarna alam atau kimia. 

  • Nglorod

Pada tahapan ini meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih di atas tungku. 

  • Ngrentesi

Proses memberikan titik atau cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis.

  • Nyumri

Menutup bagian tertentu dengan malam.

  • Nglorod

Tahapan ini merupakan proses akhir meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih untuk yang kedua kalinya, kemudian diangin-anginkan sampai kering. Proses nglorod tergantung pada banyaknya warna yang ingin dihasilkan pada satu helai kain batik. Semakin banyak warna yang diinginkan, semakin banyak proses nglorod yang akan dilakukan.

Setelah melihat tahapan membuat batik tulis tersebut, itulah mengapa kain batik tulis memiliki nilai dan harga yang lebih tinggi dibandingkan batik-batik lainnya. Proses pengerjaan satu kain batik tulis membutuhkan waktu, kesabaran, ketekunan dan ketelitian dari masing-masing pengrajin batik. Proses pengerjaan yang panjang dan rumit biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Semakin lama waktu pengerjaanya, semakin tinggi pula harga kain batiknya.

By sartika