Fri. Dec 2nd, 2022

Pengertian Akuntansi

Sebelum memasuki sejarah akuntansi di dunia dan di Indonesia, apakah Anda telah mengetahui apa itu Akuntansi? Nyatanya, kata “Akuntansi” sendiri punya beberapa definisi dari beragam organisasi.

Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan juga melaporkan informasi ekonomi untuk memungkin adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi yang menggunakan informasi tersebut.

Sedangkan menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), akuntansi adalah seni pencatatan, pengelompokan, dan juga pengikhtisaran menurut cara yang bermakna dan juga dinyatakan di dalam nilai uang atau segala transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dan lantas hasilnya ditafsirkan.

Akuntansi juga bisa didefinisikan sebagai sebuah proses pencatatan yang dijalankan dalam bisnis ataupun transaksi finansial lainnya. Jadi, tujuan utama dari akuntansi adalah untuk menyajikan informasi ekonomi suatu perusahaan.

Bicara mengenai informasi ekonomi perusahaan tentu erat kaitannya dengan suasana keuangan bisnis yang tengah berlangsung. Sayangnya, banyak entrepreneur yang mengakui bahwa kondisi keuangan bisnis mereka tengah dalam suasana yang tidak baik. Hal tersebut tentu benar-benar disayangkan mengingat kondisi keuangan bisnis yang tidak stabil jadi salah satu penyebab utama gagalnya suatu bisnis. Maka dari itu, dibutuhkan adanya pembelajaran yang lengkap mengenai pengelolaan keuangan bisnis dan pribadi.

 

Sejarah Akuntansi

Setelah mengetahui apa itu akuntansi, mari kita lanjut ke sejarah akuntansi baik yang di dunia maupun di Indonesia.

Berikut sejarah akuntansi di dunia dan di Indonesia, mulai dari:

1. Sejarah Akuntansi di Dunia

Sistem akuntansi diperkirakan telah digunakan sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan, proses akuntansi telah ada dari sebelum peradaban mengenal yang ada menjual beli yang manfaatkan alat tukar yaitu uang. Sistem pencatatan akuntansi ini juga telah digunakan di sebuah prasasti yang ditemukan di Mesir dan Mesopotamia.

Sistem pencatatan dalam akuntansi ini di mulai dari kebutuhan manusia untuk mencatat transaksi jual beli ataupun bisnis berdasarkan pernyataan dari para pakar sejarah. Setelah mengenal uang dalam perekonomian pada abad ke-13, orang-orang yang melakukan jual-beli kini menjadi tergantung dengan pencatatannya masing-masing untuk memantau transaksi-transaksi jual beli yang terjadi.

Kemudian, di tahun 1458 terjadi revolusi akuntansi dikala Benedetto Cotrugli menciptakan proses akuntansi double-entry yang merupakan proses pencatatan transaksi ke dalam dua bagian yaitu debit dan kredit. Peraturan dalam proses ini mengharuskan ke dua bagian yaitu kredit dan debit untuk tetap seimbang. Dengan ada proses double-entry ini, sangat mungkin ada pembukuan yang lebih sistematis dan diikuti dengan laporan keuangan yang terpadu.

Lalu, di tahun 1494, seseorang bernama Luca Bartolomes Pacioli memublikasikan buku dengan judul Summa de Aritmatica, Geometrica Proortioni et Propotionallia. Di dalam buku tersebut, terdapat sub judul Tractus de Computies et Scriptoris yang mengajarkan proses pembukuan berpasangan (double book keeping).

Buku tersebut merupakan buku yang membawa topik proses pencatatan double entry yang pertama. Luca Bartolomes Pacioli ini menciptakan proses pencatatan dengan manfaatkan momerandum, jurnal, dan ledger. Nah, Luca Bartolomes Pacioli inilah yang menjadi Bapak Akuntansi Dunia. Dengan subjudul yang dimilikinya dan juga buku yang dipublikasikan, dari situlah timbulnya akuntansi menjadi diterapkan di Italia. Kemudian, hasil karya dari Bapak Akuntansi Dunia ini menyebar ke Eropa Barat yang lantas dikembangkan oleh pengarang-pengarang yang baru.

Seiring berjalannya waktu, akuntansi menjadi dianggap sebagai ilmu tersendiri. Bahkan, setelah perang dunia ke-2, efek akuntansi tambah besar di dunia barat. Perkembangan akuntansi terus berlanjut dengan didirikannya organisasi profesi akuntan pertama di dunia yang berada di Skotlandia pada tahun 1854. Pada waktu itu, nama anggota dari organisasi profesi tersebut disebut “Chartered Accountants”.

Seiring dengan bertambahnya perusahaan dan pelaku bisnis lainnya maka kebutuhan publik pada profesi akuntan pun tambah meningkat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan juga praktik nasional yang hubungannya erat dengan hukum dan aturan profesional. Dengan ada proses akuntansi ini maka pembukuan dan juga laporan keuangan menjadi tersusun secara sistematis dan terpadu. Hal ini karena proses akuntansi dapat memberikan gambaran perihal keuntungan (laba), kerugian, kekayaan, dan hak milik perusahaan.

Kemudian, profesi akuntan ini menjadi bagian penting dari proses bisnis dan juga finansial. Kini organisasi profesi akuntan dapat ditemukan di seluruh dunia, juga Indonesia. Bagaimana dengan pertumbuhan akuntansi di Indonesia? Yuk, liat sejarah akuntansi di Indonesia.

 

2. Sejarah Akuntansi di Indonesia

Penggunaan proses pencatatan akuntansi di Indonesia diperkirakan telah ada pada zaman penjajahan Belanda, yaitu sekitar tahun 1642. Hal ini dibuktikan dengan ada penemuan pada praktik pembukuan yang dijalankan oleh Amphioen Societeit. Pada zaman itu, Belanda telah manfaatkan proses double-entry didalam pencatatannya.

Sedangkan untuk perusahaan di Indonesia, mereka manfaatkan proses continental atau tata buku yang digagas oleh Luca Pacioli. Walaupun sama-sama dari pembukuan berpasangan (double-entry), namun akuntansi tidak serupa dengan tata buku. Kemudian, di tahun 1907, Indonesia menjadi mengenal proses auditing. Walaupun demikian, proses auditing ini baru menjadi dipergunakan setelah zaman penjajahan berakhir.

Di tahun 1947, Indonesia hanya mempunyai seorang akuntan yang berkebangsaan Indonesia yaitu Prof. Dr. Abutari. Setelah itu, akuntansi di Indonesia terus berkembang dengan menerapkan PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan). PSAK ini digunakan untuk menyesuaikan dengan kondisi global, peningkatan transparansi laporan keuangan, dan juga peningkatan mutu laporan keuangan di Indonesia.

Sekarang akuntansi di Indonesia telah berkembang dengan amat pesat. Pendidikan untuk akuntansi pun dapat Anda temukan dengan amat mudah di bermacam perguruan tinggi di Indonesia ataupun SMK. Dengan ada jurusan akuntansi yang tersedia, maka dikehendaki jumlah akuntan profesional di Indonesia dapat sebanding dengan kebutuhan perusahaan yang tambah berkembang juga.

 

Manfaat Informasi dari Sistem Akuntansi

Pada dasarnya proses akuntansi bakal memberikan info akuntansi dari suatu transaksi yang berfungsi bagi penggunanya (perusahaan, organisasi, ataupun individu). Terdapat beberapa manfaat penting dari informasi dari proses akuntansi.

Berikut 4 manfaat informasi dari proses akuntansi, yaitu:

• Sebagai bahan untuk menyusun rencana aktivitas perusahaan;

• Untuk menunjang pengendalian perusahaan;

• Sebagai basic bagi manajemen untuk membuat keputusan;

• Untuk memberikan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak perusahaan seperti pemilik perusahaan, kreditur, pemerintah, ataupun karyawan sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan tepat. 

By roket