Mon. Aug 8th, 2022

Berbulan-bulan telah berlalu setelah invasi di Ukraina Rusia unjuk kekuatan menguji coba rudal balistik antar benua atau icbm. Kerkemampuan nuklir baru Kementerian Pertahanan Rusia menyebut rs28 sarmat sebagai rudal yang paling kuat di dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Rabu 20 April menyatakan bahwa Rusia berhasil menguji coba rudal balistik antar benua. Sarmat senjata ini disebut-sebut amat mengerikan.

Menghitung pajak penjual dan pembeli

Putin menyatakan senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur Angkatan Bersenjata Rusia. Memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan membuat mereka yang mengancam Rusia akan berpikir dua kali.

Di negara barat rudal RS 28 sarmat ini kadang disebut sebagai Satan kedua atau rudal setan sarmat adalah rudal berkemampuan nuklir antar benua yang diklaim dapat menembak sasaran dimanapun berada.

Di kutip dari IBC news Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Sarmat adalah rudal yang paling powerfull yang punya jangkauan tertinggi di dunia dan akan secara signifikan meningkatkan kapabilitas dan kekuatan strategis nuklir negara rusia sarmat yang rencananya dioperasikan pada tahun ini bisa menjangkau sasaran hingga jarak 18.000 KM dengan kecepatan maksimum 25.000 km/jam dengan berat mencapai 208 Matrix ton panjang 35,5 meter dan diameternya 3 m desainnya disebut-sebut membuat sarmat akan sulit dilacak oleh Radar.

Selain material siluman Rusia juga memperpendek waktu interval ketika sebuah misil bisa dilacak oleh satelit misalnya oleh Space base infrared system milik Amerika Serikat. Teknologi tersebut membuat pergerakan rudal sarmat sulit untuk diantisipasi. Banyak spekulasi mengatakan bahwa sarmat bisa terbang melintasi kutub selatan sehingga kebal terhadap sistem pertahanan rudal masa kini terutama milik Amerika Serikat manuvernya akan terganggu oleh Radar paling canggih NATO.

Sarmat akan menggantikan sistem sejenis yang bernama fifuda dari zaman Uni Soviet Putin menyebut fifuda sendiri sudah menyeramkan apalagi sarmat yang dibekali kemampuan jauh lebih tinggi. Sarmat sudah sangat lama dinantikan Putin berbicara tentang rudal itu sejak tahun 2018 yang mengejek pertahananto sebagai sama sekali tidak berguna.

Manuver Rusia uji rudal sarmat ditanggapi dengan biasa saja oleh NATO pada hari Rabu. Pentagon mengatakan bahwa uji coba rudal berkemampuan nuklir baru Rusia tidak dipandang sebagai ancaman bagi Amerika dan sekutunya.

Mosko sudah memberitahu Washington mengenai uji coba tersebut menyusul kewajiban berdasarkan perjanjian start baru 2011 yang membatasi senjata nuklir kedua negara. Kata juru bicara Departemen Pertahanan Amerika John Kirby pengujian itu rutin tidak mengejutkan apalagi menakutkan kata kirdik kepada wartawan.

Solusi di London mengatakan bahwa ada unsur pamer dan simbolisme yang dilakukan sebelum para dari kemenangan tahunan dimana Rusia memamerkan senjata terbarunya waktu pengujian. Mencerminkan keinginan Rusia untuk menunjukkan sesuatu sebagai pencapaian teknologi menjerang hari kemenangan.

Pada saat banyak teknologi mereka belum memberikan hasil yang mereka inginkan kata wedling seperti dikutip dari router Douglas Berry. Seorang analis senior untuk kederrgantaraan militer deinstitute internasional untuk studi strategis menyatakan bahwa peluncuran itu merupakan tonggak penting setelah bertahun-tahun tertunda karena masalah pendanaan dan tantangan.

Desain kemampuan sarmat untuk membawa 10 atau lebih hulu ledak memberi opsi Rusia untuk menembakkannya di atas salah satu kutub bumi. Menimbulkan tantangan bagi sistem Radar dan pelacakan berbasis darat dan satelit kata douglass kepada router.

Dengan adanya sarmat berarti ada tambahan lain untuk proyektil yang mencakup dari personi ginjal dan dengan stok 5977 hulu ledak dimana 1185 diantaranya adalah icbm. Rusia adalah negara dengan senjata nuklir terbanyak namun beberapa ahli mengatakan Obsesi Rusia dengan pamer senjata seperti setan 2 menyembunyikan lebih dalam masalah yang lebih mendasar di jantung militernya.

Pejabat NATO menyatakan Putin membutuhkan berita militer yang positif setelah berbagai masalah yang menyertai serangan ke Ukraina. Rusia hanya membesar-besarkan mitos sebagai tentara terkuat dengan persenjataan tercanggih dengan target serangan 4 hari menjadi 2 bulan lebih kehilangan banyak sekali tank pesawat, para Jenderal senior serta kehilangan kapal.

Jelajah flagship super canggih di Laut Hitam Rusia perlu mengangkat moral prajuritnya apalagi di tengah persiapan parade kemenangan 9 Mei. Para analis NATO menyatakan kesiagaan nuklir Rusia hanya untuk menakuti NATO juga menyatakan kesiapannya jika terjadi eskalasi nuklir dengan kesiapan rudal antar benua baik di darat maupun yang disiapkan di berbagai kapal selam.

Agaknya Rusia dan Nato harus membuktikan klaimnya di medan perang secara langsung agar para penonton dan para pendukung keduanya tidak merasa di php. Perang Ukraina mungkin akan menjadi kunci Apakah eskalasi akan berlanjut ke perang Global atau justru akan berubah ke arah perang dingin, baru yang sekedar aduk gertak dan pamer teknologi.

Arsip Infografis