Thu. Aug 18th, 2022

Membicarakan Natuna dapat terpikir sebuah kabupaten yang terdiri dari ribuan pulau terdapat di ujung utara Indonesia dengan jarak lebih dari 1.250 km dari Jakarta.

Kepulauan Natuna punyai cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik lebih-lebih di Dunia. Di dalam perut buminya juga bergelimang minyak. Tak cuma itu, di kepulauan yang terdapat di beranda depan Negara Indonesia ini menghampar aneka tipe terumbu karang yang benar-benar memukau.

Dimana kami mampu menemukan bermacam material tambang seperti gas alam, minyak bumi, dan pasir kuarsa dalam jumlah besar? Jawabnya, Kepulauan Natuna. Kekayaan mineral tambang selanjutnya bukan cuma terhampar di darat, tetapi juga tersebar bertaburan di bawah dasar laut.

Menurut hitungan pemerintah, Natuna punyai cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik Hal ini merujuk terhadap keliru satu ladang gas yang terdapat 225 kilometer (km) sebelah utara Natuna.

Di sini tersimpan cadangan gas alam dengan volume sebesar 222 triliun kaki kubik (TCT). Selain itu, gas hidrokarbon yang mampu ditambang Macnaught Flow Meter mencapai 46 TCT. Angka itu tentu saja belum juga cadangan gas alam yang terdapat di bagian barat Natuna yang dikelola juragan minyak raksasa kelas dunia.

Bukan cuma berjaya di sektor gas alam. Natuna juga diselimuti minyak bumi yang seolah ga ada dulu ada habisnya. Sumur-sumur off shore yang berada di bagian timur Natuna itu terus pancarkan minyaknya.

Jadi, lumrah saja terkecuali sektor migas di Kabupaten Natuna ini jadi penyumbang terbesar bagi perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Migas yang berasal dari pelapukan fosil binatang laut sepanjang jutaan tahun silam itu memberi kontribusi kurang lebih 10,11 prosen dari perekonomian Kepri Pengeboran minyak terlepas pantai.

Pendapatan dari penambangan migas di seluruh sumur eksplorasi di Natuna sangatlah menggiurkan. Pada tahun 2007 misalnya, nilainya mencapai 21,8 triliun rupiah. Betapa makmur dan sejahteranya misalnya seluruh hasil eksplorasi ini dinikmati sepenuhnya oleh bangsa Indonesia.

Sayangnya, lebih dari satu besar hasil eksplorasi selanjutnya dikuasai oleh perusahaan swasta asing. Maklum, baik modal, tenaga ahli, maupun peralatan nyaris sepenuhnya disuplai oleh Exxon Mobil, Conoco Philips, Star Energy, dan Primer Oil.

Praktis, proporsi keuntungan dari bisnis selanjutnya lebih dari satu besar dinikmati oleh mereka. Sedangkan Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam selanjutnya cuma mendapat sedikit keuntungan.

Bayangkan, dari keseluruhan penghasilan yang mencapai puluhan triliun rupiah itu, Kabupaten Natuna cuma kecipratan Rp 225 miliar. Sementara itu, pemerintah pusat kebagian kurang lebih Rp 525 miliar. Sedangkan triliunan rupiah lainnya jadi hak punya perusahaan asing .

Selain banyak pantai dan pulau masih “perawan” Natuna juga super kaya dengan takaran gas maupun minyak bumi. Terasa tak lengkap terkecuali membicarakan Natuna tanpa takaran alam gas alam yang disebutkan oleh para ahli, punyai cadangan terbesar Asia Pasifik lebih-lebih di dunia.

Yaitu Blok Natuna D-Alpha merupakan blok gas dan minyak yang menaruh kurang lebih 500 juta barel. Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik, dan inilah cadangan terbesar di dunia yang tidak dapat habis dieksplorasi 30 tahun ke depan.

Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ).

Dengan potensi sebesar itu, dan analisis harga biasanya minyak US$ 75 / barel sepanjang periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau kurang lebih Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000). Bandingkan dengan APBN 2010 yang cuma Rp 1.047,7 triliun.

Terhitung 2 November 2010 sampai 2 Maret 2011, Premier Oil telah mendeteksi takaran minyak dan gas di kawasan Blok D Alpa Natuna.Premier Oil perusahaan pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Inggris itu dapat melakukan pengeboran sepanjang 30 tahun cocok dengan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia jadi tahun 2007.
Pelaksanaannya secara bertahap, masa penjajakan potensi 10 tahun terkecuali tidak menemukan potensi Migas yang punya nilai ekonomis, maka pengeboran dihentikan.Goverment Affairs, Manager PT Premier Oil, Nina Marlina menjelaskan, butuh pas sampai 2 Maret 2011 untuk mendeteksi takaran Migas Blok yang berada di utara laut Natuna. Hal itu dia paparkan di aula kantor bupati Natuna di Ranai lebih dari satu pas lalu.

Saat itu, Nina datang juga Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas (BP. Migas), Elan Biantoro dengan jajaran Kontraktor Premier Oil.

Terkait perihal itu, fungsi menolong pelaksanaan sistem eksploitasi, Premier Oil meminta kepada pemerintah Natuna untuk menyiapkan kelengkapan. Misalnya kantor Bea Cukai, Sah Bandar, Petugas Karantina dan Imigrasi, dikarenakan awal November ini kapal-kapal pembawa logistik dan lain nya jadi beroperasi di Natuna.
Plt Bupati Natuna, Raja Amirullah menyongsong baik kunjungan kerja BP Migas dan Premier Oil ke daerahnya.

By toha