Thu. Aug 18th, 2022

 

Kesuksesan pembangunan dan pengatasan teritori kumuh di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk,  terutamanya  di teritori Ketapang Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Banten disanjung  Direktur Perumahan  dan Pemukiman Bappenas Tri Dewi Virgianti.

 

Sanjungan itu dikatakan Tri Dewi saat lakukan lawatan lapangan yang  diteruskan  dengan sebar benih ikan nila  dan  diskusi dan  dialog  khalayak mengenai pengatasan teritori kumuh di Desa Ketapang, Mauk, Kamis 31 Maret 2022.

 

 “Program pengaturan Ketapang ini dihargai oleh menteri  dan  beberapa  pimpinan di  barisan  kementerian,” kata Tri Dewi.

 

Ia mengharap program kerja-sama di antara pemerintahan pusat dan wilayah yang terus-menerus itu dapat direplikasi di  wilayah lain  karena kesuksesannya  bisa  disaksikan  dan dirasa efeknya langsung.

 

“Alhamdulillah, saya  berpeluang  dapat tiba langsung ke Ketapang  dan dapat saksikan secara langsung kesuksesan dari Pemerintahan Kabupaten Tangerang dalam  pengaturan  teritori  pesisirnya,” papar Tri Dewi.

 

Menurut dia, kesuksesan program pengaturan dan pengatasan di Desa Ketapang sebagai hal yang dinanti-nantikan  karena di beberapa tempat lain banyak yang alami ketidakberhasilan tapi di Kabupaten Tangerang, program yang terus-menerus itu sukses dan terlihat riil faedahnya.

 

“Banyak beberapa daerah yang mengatur teritori kumuh dan pesisir tapi untuk pemukiman perumahannya lupa mereka pikir, namun di Kabupaten Tangerang ini  semua  terpadu,”  bebernya. 

 

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang  terima langsung kehadiran Direktur Bappenas  menjelaskan  program  pengaturan dan pengatasan teritori pesisir sebagai kerjasama dari beragam faksi terhitung dari pemerintahan pusat,  pemda, dan pemprov.

 

“Realisasinya secara kerjasama permodalannya, baik yang  mengambil  sumber dari APBN, APBD,  dan  propinsi  bahkan  juga dari CSR,” kata Zaki.

 

Zaki menerangkan, teritori Desa Ketapang dahulunya ialah teritori yang kumuh dan tidak terurus, hingga pada akhirnya Pemerintahan  Kabupaten Tangerang bersama  Pemerintahan Propinsi Banten dan dan Kementerian PUPR  membuat Ketapang Aquaculture dan hasilnya dapat disaksikan sekarang ini.

 

Dia menginginkan Ketapang Aquaculture itu dapat diaplikasikan dandireplikasi di beberapa  daerah  lain  sesuai  kemauan dan keinginan dari kementerian.

 

“Dan program itu akan jadi contoh untuk program pengaturan dan pengatasan teritori pesisir di wilayah Kabupaten Tangerang yang lain,” lanjut Zaki.

 

Zaki menambah, Ketapang Aquaculture ini pada Agustus akhir atau  awalnya  September kedepan akan jadi tujuan visitasi dari City Sanitation Summit (CSS) ke-20 yang kebenaran Kabupaten Tangerang jadi tuan tempat tinggalnya. “Dan kemudian pada bulan Oktobernya kita bisa menjadi tuan-rumah  moment internasional PEMSEA dengan mengundang 12 negara,” terangnya.