Mon. Aug 8th, 2022

Apakah itu Faktor ?

Faktor pada suatu program dipakai untuk simpan satu nilai (nilai) atau data yang bisa dipakai kelak pada suatu program. PHP mempunyai langkah sendiri untuk mengumumkan dan simpan faktor.

Pemahaman Faktor Dan Type Data Pada PHP

Ada banyak ketentuan yang perlu dimengerti dalam penulisan faktor pada bahasa Pemrograman PHP :

· Faktor apa saja yang dideklarasikan di PHP harus dengan diawali pertanda dollar ($) lalu dituruti nama faktor yang diharapkan

· Faktor mencakup nama yang panjang (contoh : $nama_pegawai) atau pendek ($nm_pgw)

· Satu faktor cuman bisa memiliki kandungan alphanumeric dan underscore (A-Z, 0-9, dan “_”) saja pada namanya

· Nama faktor dalam PHP harus dimulai huruf bukan angka

· Faktor di PHP memiliki sifat Case-Sensitive, contoh : $NAMA dengan $nama sebagai 2 faktor yang lain

· Nama faktor diletakkan saat sebelum pertanda Sama dengan (=), dan nilai atau nilainya diletakkan sesudah pertanda sama dengan (=)

Berikut contoh penulisan faktor PHP yang betul dan salah :

$val = 5;

$val2 = 2;

$x_Y = “nama”;

$_X = “nama karyawan”;

$10_ val = 56;

$f.d = “num”;

?>

Tipe-Jenis Faktor PHP

1. Faktor Local

Faktor yang dideklarasikan pada suatu peranan disebutkan faktor local ke function itu dan cuman mempunyai lingkup dalam Function tertentu. Dalam kata lain faktor itu tidak bisa dijangkau di luar function itu. Tiap maklumat faktor di luar function bernama yang sama yang berada di dalam function ialah 2 faktor yang lain

Contoh :

$num = 60;

function local_var()

{

$num = 50;

echo “local num = $num n”;

}

local_var();

echo “Variable num di luar local_var() ialah $num n”;

?>

Output :

local num = 50

Variable num di luar local_var() ialah 60

2. Faktor Global

Bila kita masih tetap ingin memakai faktor yang didefenisikan di luar peranan dan kebalikannya, PHP membolehkan hal itu dengan menambah sebuah keyword ‘global’ saat sebelum pendefenisian nama faktor.

Berikut contoh pemakaian Faktor Global:

$num = 20;

function global_var()

{

global $num;

echo “Variable num di dalam function : $num n”;

}

global_var();

echo “Variable num di luar function : $num n”;

?>

Output :

3. Faktor Statis

tipe faktor yang menjaga nilainya pada tiap panggilan peranan. Untuk faktor normal, nilai dari faktor itu akan secara automatis dihapus di saat peranan usai digerakkan, dan akan dibikin ulangi di saat peranan diundang.

Tetapi bila sebuah faktor dipastikan sebagai static faktor, karena itu nilai faktor itu tetap dipertahankan meskipun peranan sudah usai digerakkan. Umumnya peranan ini digunakan bila kita ingin hitung berapakah kali sebuah peranan diundang.

Contoh :

function static_var()

{

static $num = 5;

$sum = 2;

$sum++;

$num++;

echo $num, “n”;

echo $sum, “n”;

}

static_var();

static_var();

?>

Output :

Anda tentu sudah mengetahui jika $ num dengan teratur semakin bertambah bahkan juga sesudah function pertama diundang tapi $ jumlah tidak. Ini muncul karena $ jumlah tidak statis dan memory dibebaskan sesudah penerapan panggilan function pertama.

Type Data PHP

Type Data mendeskripsikan type data yang bisa diletakkan di suatu faktor. PHP memungkinkannya delapan tipe type data. Berikut ialah type-tipe data yang ada di PHP :

1. Integer

Integer cuman menggenggam bilangan bundar terhitung bilangan positif dan negatif, misalkan Bilangan pecahan atau titik decimal. Integer mencakup desimal (pangkalan 10), oktal (pangkalan 8) atau heksadesimal (pangkalan 16). Pangkalan standar ialah desimal (pangkalan 10). Bilangan bundar oktal bisa dideklarasikan dengan awalan 0 dan heksadesimal bisa dideklarasikan dengan awalan 0x

Contoh :

$dec1 = 20

$des2 = 25

$oktal1 = 07

$heksa1 = 0x45

$sum = $dec1 + $dec2;

echo $sum;

?>

Output :

2. Ganda

Bisa memuat angka yang memiliki kandungan sisi pecahan atau desimal terhitung angka positif dan negative.

Contoh :

$val1 = 50.85;

$val2 = 654.26;

$sum = $val1 + $val2;

echo $sum;

?>

Output :

3. String

Memiliki kandungan tipe huruf apa saja, bahkan juga bernomor. String dicatat dalam pertanda kutip double sepanjang maklumat. String dapat dicatat dalam pertanda kutip tunggal tapi akan hasilkan output berlainan saat cetak faktor. Untuk memperjelasnya, lihat contoh berikut

Contoh :

$name = “Pras”;

echo “Nama saya ialah $name n”;

echo ‘Nama saya ialah $name’;

?>

Output :

4. Null

Null ialah tipe faktor khusus yang cuman bisa memuat satu nilai yakni, NULL.

Contoh :

$nm = NULL;

echo $nm; // Tidak ada output pada perumpamaan ini

?>

5. Boolean

Cuman mempunyai 2 Nilai atau Nilai, yakni TRUE atau FALSE. Kejadian yang sukses berharga TRUE dan yang tidak berharga FALSE. Nilai type NULL diberlakukan sebagai false dalam Boolean. Selainnya NULL, 0 dipandang false di boolean. Bila sebuah string kosong karenanya dipandang keliru dalam type data boolean.

Contoh :

if(TRUE)

echo “This condition is TRUE”;

if(FALSE)

echo “This condition is not TRUE”;

?>

Output :

6. Arrays

Array ialah type data majemuk yang bisa simpan beberapa nilai atau nilai dari type data yang serupa. Berikut ini ialah contoh array bilangan bundar.

$intArray = array( 10, 20 , 30);

echo “First Element: $intArray[0]n”;

echo “Second Element: $intArray[1]n”;

echo “Third Element: $intArray[2]n”;

?>

Output :

 

 

Baca Juga : download source code

Sumber : source code lengkap di JasaSkripsi

 

By dzail