Sun. Sep 19th, 2021

Memiliki hunian yang nyaman bisa jadi menjadi salah satu mimpi besar Anda. Rumah memang menjadi salah satu kebutuhan pokok. Tetapi harga rumah yang terus melambung membuat keinginan memiliki rumah bagi sebagian orang teramat sulit. Terutama bagi kalangan dengan gaji yang bisa dibilang tidak terlalu tinggi. Namun, dengan metode pembiayaan yang difasilitasi oleh perbankan, langkah untuk membeli rumah menjadi lebih ringan. Ya, dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masyarakat lebih dimampukan untuk dapat membeli rumah.

Bagi sebagian orang, membeli rumah bisa jadi transaksi terbesar dalam hidupnya. Ini tak salah karena harga rumah memang tak murah. Memiliki rumah merupakan salah satu kebanggan terbesar dalam hidup Anda. Setidaknya, mobil angkutan umum masih tersedia. Tetapi rumah untuk umum jelas tidak ada. Inilah alasan kuat sebagian orang mengutamakan untuk bisa membeli rumah. Meskipun harus membelinya dengan cara mencicil atau lewat fasilitas KPR.

Meski Bank menyediakan KPR agar pembelian rumah menjadi lebih mudah, kenyataanya membeli rumah lewat KPR perlu perhitungan yang cermat. Anda setidaknya perlu menyiapkan uang muka pembelian rumah sebesar 30 persen dari harga rumah. Jumlah tersebut menjadi syarat mutlak agar pembiayaan rumah lewat KPR bisa disetujui oleh Bank. Memiliki uang muka merupakan pertanda utama Anda mampu melakukan pembayaran cicilan KPR. Sehingga Bank mengeliminasi keraguan bahwa calon debitur KPR-nya bakal bermasalah. Bagi Anda yang masih lajang, tak ada salahnya merencakan pembelian rumah melalui skema KPR. Sehingga ketika sudah menikah nanti Anda tak terlalu pusing soal dimana akan tinggal.

Simak ilustrasi cerita pembelian rumah lewat KPR berikut ini.

Dani seorang lajang yang bekerja diperusahaan dengan penghasilan Rp 6 juta perbulan. Dengan tekadnya, Dani ingin memiliki rumah ketika sudah berkeluarga nanti. Karena itu, dia merencakan pembelian rumah melalui KPR. Dani memiliki target bisa memiliki rumah dua atau tiga tahun lagi.

Dengan status masih lajang dengan kebutuhan hidup yang tak terlalu banyak, Dani berusaha mengumpulkan uang muka untuk pembelian rumah lewat KPR. Dia berhasil menyisihkan Rp 3 juta rupiah perbulan guna mengumpulkan uang muka rumah. Beruntungnya Dani tahu betul kegunaan investasi. Dia mengumpulkan uang muka rumah lewat Reksadana Pasar Uang yang memberikan return hingga 7 persen/tahun dengan risiko kecil. Setelah tiga tahun menabung lewat Reksadana, terkumpulah uang muka kurang lebih Rp. 110 juta beserta imbal hasilnya. Dengan uang muka sebesar Rp. 110 juta maka Dani bisa membeli rumah seharga Rp. 330 juta.

Ilustrasi diatas bisa menjadi contoh bagi Anda yang ingin memiliki rumah lewat KPR. Jika Anda sudah memiliki uang muka pembelian rumah, tak ada salahnya Anda mencermati beberapa hal agar Anda tak salah dalam memutuskan membeli rumah melalui KPR.

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah Melalui KPR

Carilah Info KPR Sebanyak Banyaknya

Hampir semua Bank menyediakan menu KPR untuk nasabahnya. Tetapi jelas KPR bukan menu biasa seperti tabungan. KPR diperuntukkan bagi nasabah yang ingin membeli rumah melalui skema kredit. Sebelum memutuskan memilih KPR lewat salah satu Bank, tak ada salahnya Anda mencari informasi KPR sebanyak banyaknya. Kunjungilah website Bank yang menawarkan KPR. Beberapa diantaranya malah memberikan kalkulator KPR bagi Anda. Sehingga Anda mengetahui berapa besarnya cicilan Anda nantinya. Tak ada salahnya juga mencari informasi dari teman, rekan kerja atapun saudara yang telah lebih dahulu mengambil KPR untuk pembelian rumahnya.

Pilih Suku Bunga Kompetitif

Umumnya Bank menawarkan dua skema bunga dalam KPR. Pada tahun-tahun pertama Bank menawarkan suku bunga tetap (fixed rate) yang kemudian disambung dengan suku bungan mengambang (floating rate). Perlu Anda ketahui bunga tetap diawal bersifat promo. Sehingga cicilan memang terasa lebih ringan. Namun setelah masa bunga tetap berakhir, Bank akan menerapkan suku bunga mengambang. Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang bergerak sesuai mekanisme pasar.
Sebagai calon debitur KPR, pastikan Anda tahu berapa suku bunga tetap yang diberikan serta jangka waktunya. Cari tahu juga berapa besar selisih bunga mengambang maksimal dari BI rate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Misalnya saat ini Bank Indonesia menerapkan BI rate sebesar 7,5%, maka tanyakan berapa besar selisih dari BI rate tersebut suku bunga mengambang yang ditetapkan oleh Bank.

Banyak Tanya Banyak Tahu

Lebih banyak Anda bertanya bukan bearti terlihat bodoh. Namun lebih banyak bertanya akan membuat Anda lebih banyak tahu. Tanyakan kepada Bank semua hal yang Anda tidak ketahui soal KPR. Sehingga tiap syarat dan ketentuan dalam KPR jelas dan gamblang. Jangan ragu memberondong pertanyaan kepada pegawai Bank soal KPR. Pastikan Anda paham seluk beluk KPR sebelumnya, agar tidak merasa terjebak dan keputusan mengambil KPR yang salah.

Sejumlah pertanyaan yang harus ditanyakan antara lain;

  • Apa saja syarat untuk bisa mengajukan KPR?
  • Bunga yang diterapkan?
  • Berapa biaya KPR?
  • Jumlah denda keterlambatan pembayaran KPR?
  • Jika ingin melunasi lebih cepat, apa syarat dan denda keterlambatan?

Jujur Pada Kondisi Keuangan

Memutuskan membeli rumah lewat KPR berarti Anda harus siap mengunci kondisi keuangan Anda untuk jangka panjang. Ini tak lain karena KPR yang ditawarkan dan diambil nasabah adalah dengan tenor yang panjang, bisa 10 hingga 20 tahun. Jika memang Anda ingin mengambil KPR, pastikan Anda siap untuk mencicilnya hingga 1o tahun kedepan. Jangan sampai Anda hanya mampu membayar saat bunga tetap saja, sehingga mengalami gagal bayar. Jika Anda sampai gagal bayar, rumah Anda bisa saja disita oleh pihak Bank. Cek juga rasio cicilan dengan gaji atau pendapatan yang Anda miliki. Jika memang Anda siap untuk membayar cicilan KPR, maka jangan ragu untuk mengambil KPR. Apalagi harga rumah terus mengalami kenaikan.

Yang perlu Anda ketahui, besaran cicilan KPR dengan uang muka rumah bersifat berbanding terbalik. Semakin besar uang muka rumah Anda, maka cicilan KPR Anda semakin ringan. Sebaliknya, jika uang muka Anda kecil, maka cicilan KPR semakin besar.

Baca Juga : Gaji PT Epson

By sativa