Mon. Dec 5th, 2022

Ada satu ‘sosok’ penting yang dikatakan sebagai penyelamat ekonomi negeri, dialah sektor perindustrian dengan menggunakan Flow Meter. Industri pun beragam, terasa dari dirgantara, pertanian, besi dan baja, manufaktur dan lainnya, sektor industri terhitung diketahui menjadi andalan produk domestik bruto (PDB) nasional. Dibalik nilai tinggi dari sektor industri, terkandung konsekuensi yang kudu diatasi berbarengan yaitu perihal lingkungan hidup.

Indonesia, baik pemerintahan maupun penduduk telah menyepakati untuk berbarengan dapat tumbuh berkembang dari segala sisi dan cita-cita Indonesia di th. 2045 mendatang telah disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo selagi pelantikannya th. 2019. Dimana salah satunya Joko Widodo menyatakan Indonesia akan masuk lima besar ekonomi dunia bersama kemiskinan mendekati nol persen.

Konsekuensi apa yang kudu kita hadapi dan atasi? Seperti perumpamaan pada sektor industri yang tidak akan jauh permasalahannya dari lingkungan hidup. Beberapa persoalan kerusakan lingkungan hidup akibat kawasan industri antara lain polusi udara, polusi air, dan mutu tanah yang tererosi. Jika lingkungan tidak sehat, maka kehidupan makhluk hidupnya pun terhitung tidak sehat dan aman.

Untuk menangani persoalan kerusakan lingkungan hidup selanjutnya maka kudu tersedia solusi dari pemerintah maupun pelaku industri. Adanya kerusakan dapat diperbaiki bersama cara memanajemen pengelolaan dan penggunaan lingkungan alam, memperhitungkan pengaruh limbah dari industri, atau gunakan bahan baku secara berkelanjutan misalnya.

Pemerintah pada pertengahan bulan Maret 2021 mengumumkan penghapusan limbah abu batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Fly Ash miliki faedah yang jarang publik ketahui, meskipun dulunya dijuluki sebagai limbah berbahaya, Fly Ash bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu pengganti portland cement, beton, material konstruksi jalan, stabilisasi tanah, dan batu bara untuk konstruksi rumah.

Ini baru beberapa cara yang dijalankan oleh pemerintah dan pelaku industri untuk menyeimbangi antara industri tetap terjadi bersama lancar dan tetap menyimak lingkungan hidup supaya tidak membahayakan bagi kehidupan makhluk hidup.

Sulit rasanya terkecuali kita diharuskan memilih salah satu di antara keduanya. Solusinya adalah keseimbangan. Semoga saja untuk kedepannya akan tersedia inovasi dan banyak cara baru untuk tetap menggerakkan industri demi pertumbuhan ekonomi Indonesia tanpa kudu menyebabkan kerusakan lingkungan.

By Drajad