Mon. Jan 17th, 2022

Kategorisasi Bahan Stainless Steel

Kategorisasi Bahan Stainless Steel adalah kombinasi logam yang disayangi untuk pembuatan peralatan dapur. Seperti, piring, alat mengolah sampai tempat sampah 3 warna stainless steel karena tidak mempengaruhi rasa makanan. Permukaan peralatan stainless steel yang mudah dibersihkan. Bahkan perawatan minimal dan daur ulang penuh peralatan stainless steel menambah popularitasnya. Stainless steel adalah nama universal untuk kombinasi logam yang terdiri dari krom dan besi. Sering disebut stainless steel karena betul-betul tahan pada bintik (karat).

Jejeran Kategorisasi Bahan Stainless Steel :

Stainless steel dapat tahan karat karena jalinan beberapa bahan campurannya dengan alam. Baja tahan karat terdiri dari besi, kromium, mangan, silikon, karbon dan sering nikel dan molibdenum dalam jumlah yang cukup. Austenitic Stainless Steel

Austenitic Stainless Steel mempunyai kandungan minimum 16% kromium dan 6% nikel (kualitas standar untuk 304) sampai type baja stainless superauthentik seperti 904L (dengan pembagian kromium dan nikel yang makin tinggi dan komponen tambahan yang dibikin dari Mo fino) sampai 6%). Molibdenum (Mo), titanium (Ti) atau tembaga (Co) tambahkan suhu dan ketahanan korosi. Austenite cocok untuk program suhu rendah karena elemen nikel tidak membuat baja tahan karat rapuh pada suhu rendah.

Non-magnetik, pada kondisi anil, tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas yang dapat diproses dingin dan panas dan memiliki ketahanan dampak tinggi, sulit untuk diproses jika tidak plus tambahan S atau Se, watak ketahanannya korosi adalah di antara type lainnya yang terbaik, ketahanan pada suhu tinggi dan ketahanan yang sangat baik untuk pembangunan rasio.

Ferritic Stainless Steel

Kandungan kromium bervariasi antara 10,5 dan 18%, tergantung pada type 430 dan 409. Ketahanan korosi tidak begitu khusus dan relatif sulit untuk dibikin / diproses. Tapi, kekurangan ini diperbaharui di kelas 434 dan 444 dan terutamanya di kelas 3Cr12.

Magnetik, tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas, tetapi dapat dikeraskan dengan kerja dingin dan dapat diatasi dengan panas atau dicuci, pada kondisi anil, kemampuan optimal dan ketahanan korosi adalah 50% makin tinggi dari resistansi. Baja karbon sederhana, ketahanan korosi yang lebih baik dan kemampuan mesin dari baja stainless martensit.

Martensitic Stainless Steel

Stainless Steel type ini memiliki komponen khusus kromium (bahkan makin berkurang dari baja tahan karat feritik) dan kandungan karbon yang relatif tinggi, misalnya kandungan 410 dan 416. Tingkat 431 memiliki kromium sampai 16%, tetapi formasi mikro hanya dikarenakan oleh 2 % Nikel masih martensit. Misalnya, 17-4PH / 630 memiliki kekuatan mengambil optimal dibandingkan dengan baja tahan karat lainnya. Manfaat dari Stainless Steel ini dapat mengeras jika membutuhkan ketahanan yang makin besar.

Magnetik, dapat dikeraskan dengan perlakuan panas, bisa dingin atau panas, kemampuan proses yang baik, ketahanan yang baik, ketahanan cuaca yang baik, tetapi tidak sebagus baja stainless feritik dan austenitik.

Duplex Stainless Steel

Dupleks stainless steel seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama sebagai wakil persentase kromium dan dua angka terakhir sebagai wakil persentase nikel) memiliki gabungan mikrostruktur austenitik dan feritik. Dupleks feritik-austenitic memiliki kombinasi watak tahan korosi dan relatif tahan suhu tinggi atau secara terbatas tahan pada retak korosi tegangan.

Walau kemampuan korosi tegangannya tidak sebagus baja tahan karat feritik, kekuatannya lebih baik (gagah) dan lebih rendah dibandingkan baja tahan karat austenitik dibandingkan baja tahan karat feritik. Kekuatannya lebih baik dibandingkan baja tahan karat austenitik (yang dianil), tetapi tingginya sekitar 2x lipat. Selain itu, ketahanan korosi stainless steel duplex sedikit lebih baik dibandingkan 304 dan 316, tetapi ketahanan korosi korosi semakin tinggi (makin tinggi) dibanding 316. Kemampuan stainless steel duplex turun pada suhu di bawah – 50 oC dan di atas 300 oC.

Precipitation Hardening Steel

Precipitation hardening Stainless Steel adalah stainless steel yang keras dan tahan karena endapan (sedimen) terbentuk dalam formasi logam. Ini meredam gerakan deformasi dan perkokoh bahan stainless steel. Pola ini dikarenakan oleh tambahan komponen tembaga (Cu), titanium (Ti), niobium (Nb) dan aluminium. Proses konsolidasi umumnya terjadi saat pekerjaan dingin dikerjakan. Stainless steel dengan presipitasi yang mengeras, mudah dibuat, kekuatan tinggi, ketahanan korosi yang baik.

Source by www.pusatfiberstainless.com

By gogreen