Mon. Mar 8th, 2021

Gejala sakit berat pada anak dan balita bisa kita lihat dari demam yang tinggi, leher kaku, timbul bercak merah pada tubuh, perut anak terasa sakit dan sakit kepala. Gejala-gejala inilah yang jika dibiarkan akan berkembang menjadi penyakit yang serius, maka dari itu sebelum menjadi lebih berat segera periksakan buah hati anda ke dokter agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan secara maksimal.
Berikut adalah gejala sakit berat pada anak dan balita yang bisa kita ketahui.

1. Kaku pada Leher

Jika buah hati anda merasakan atau mengeluh lehernya terasa kaku segera ambil tindakan dengan memastikan penyakit tersebut pada dokter, kareena bisa jadi leher yang kaku merupakan gejala dari penyakit meningitis. Meningitis adalah penyakit yang memiliki gejala leher kaku sehingga kepala sakit untuk menengok ke kanan maupun ke kiri, demam tinggi, sensitive terhadap cahaya dan sakit kepala. Kaku pada leher juga bisaa disebabkan oleh posisi tidur yang kurang sehat, radang amandel dan lain-lain.

2. Sakit Perut

Gejala sakit berat bisa ditandai dengan sakit pada perut anak. sakit perut bisa diindikasikan sebagai keracunan baik karena makanan atau gastroentreritis (flu perut). Jika anak mengalami sakit perut, orang tua harus memperhatikan dan memantau berapa kali anak muntah dan diare. Muntah dan diare ini bisa menyebabkan dehidrasi, apalagi anak itu lebih memiliki risiko dehidrasi lebih besar daripada orang dewasa, maka dari itu untuk menghindari hal itu berikan minuman elektrolit pada anak sehingga cairan tubuh kembali normal. Namun jika keadaan ini terus memburuk segera bawa anak ke dokter, apalagi jika anak sering muntah (3 kali disore hari) atau mengalami diare 8 kali dalam 8 jam, ini sangat mebahayakan bagi kondisi anak, bahkan perawatan darurat akan dilakukan jika keadaan sudah terlalu parah.

3. Sakit Kepala Hebat

Gejala sakit berat bisa saja ditandai dengan sakit kepala yang berlebih. Maka dari itu jangan pernah menyepelekan anak yang mengeluhkan sakit kepala. Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah menganjurkan anak agar istirahat yang cukup, biarkan anak tidak masuk sekolah terlebih dahulu. Jika anak mengalami sakit kepala ringan maka dengan istirahat dan minum obat bebas saja akan sembuh namun jika dengan cara itu tidak menimbulkan tanda-tanda membaik, malah timbul gejala lain seperti tidak bisa makan, main dan nonton film favoritnya. Segera menghubungi dokter spesialis anak karena kebanyakan sakit kepala berat akan mematikan segala aktivitas anak.

4. Ruam Kemerahan yang Meluas

Salah satu gejala sakit berat adalah adanya ruam atau bercak merah pada kulit. Ruam ini termasuk dalam sakit berat jika ruam ini terjadi pada seluruh tubuh, tidak berubah warnanya jika ditekan dan terdapat bintik-bintik merah atau ungu pada sekujur tubuh. gajala ini merupakan gejala dari penyakit meningitis atau sepsis. Namun jika ruam itu hanya sebatas lengan atau kaki saja biasanya ini tidak membahayakan atau gejala sakit ringan, selain itu ruam ini akan berubah menjadi putih jika ditekan dan kembali merah jika dilepas. Gejala ini biasanya disebabkan oleh alergi atau infeksi virus ringan sehingga tidak memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut, cukup dengan obat jalan saja akan sembuh.

5. Demam Tinggi dan Lama

Demam tinggi pada anak sangat berisiko untuk memicu timbulnya penyakit lainnya. Jika anak anda mengalami demam tinggi dan disertai dengan memerahnya kulit, terus amati perubahan pada anak, perubahan yang terjadi ini lebih penting daripada hanya melihat angka pada thermometer. Jika angka pada thermometer menunjukkan dibawah 37,7o C maka anda bisa memberinya obat penurun demam, ini merupakan hasil studi terbaru di jurnal Pediatrics yang menemukan bahwa 1 dari 4 orang tua melakukan hal ini. Dokter sangat menganjurkan agar orang tua segera membawa anak mereka ke rumah sakit terdekat jika demam yang dialami mencapai lebih dari 38,4oC dan anak tidak mau makan dan minum, itulah tanda-tanda atau gejala sakit berat.