Tue. May 24th, 2022

Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, Kebumen mengembangkan pompa air listrikĀ  dengan water meter amico modifikasi untuk mengaliri sawah tadah hujan. Tidak cuma sawah tadah hujan menjadi lebih produktif, namun biaya mengolah pertanian terhitung menjadi lebih rendah.

Kepala Desa Blengorkulon Susman menjelaskan, pembangunan tempat tinggal pompa dan pompa air listrik untuk sawah tadah hujan itu dibiayai manfaatkan Dana Desa th. 2017. Yakni melalui kegiatan pengembangan proses bisnis mengolah pertanian.

Susman manambahkan, kuantitas tempat tinggal pompa yang dibangun sebanyak 16 unit. Setiap tempat tinggal pompa yang berukuran 1,5 x 2 meter itu terkandung satu sumur, satu meteran listrik dan satu pompa air bertenaga listrik. Meteran listrik berkekuatan 2.200 watt dengan tarif sosial 2 (S2).

“Jaringan listrik baru masuk ke tengah persawahan,Lebih lanjut, Susman menyampaikan, pompa air bertenaga listrik dengan kapasitas 1.900 watt punyai debit air 1.000 liter per menit. Setiap satu jam penggunaan membutuhkan stroom 1,9 KWH. Setiap satu KWH biayanya Rp 837, didalam satu jam memakan biaya yang dikeluarkan Rp 1.590.

“Berarti jikalau dihidupkan selama 12 jam cuma butuh biaya Rp 19.083,” ujar Susman mengemukakan bahwa biaya itu jauh lebih murah dibandingkan dengan pompa air berbahan bakar minyak.

 

Peluang Investasi

Manager PLN Rayon Kebumen Wiwit Supriyadi menyambut baik pengembangan pompa air listrik.

Dia menambahkan, kesempatan investasi terbuka lebar dengan terdapatnya pasokan listrik yang terjamin. Apalagi cadangan kekuatan listrik di Jawa-Bali surplus. Sehingga cadangan kekuatan ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

PLN idamkan berkontribusi di didalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dengan sedia kan listrik untuk kebutuhan industri bisnis dan perumahan.

“Program Presiden Jokowi untuk melistriki Indonesia dengan 35.000 MW terwujud. Pembangkit telah dibangun untuk mempersiapkan daya, sehingga kekuatan selanjutnya bisa dinikmati oleh masyarakat,” katanya.

Wiwit Supriyadi menargetkan th. 2017 ada menambahkan 8.000 pelanggan baru. Adapun keseluruhan pelanggan PLN Rayon Kebumen sebanyak 256.000 pelanggan dengan omset Rp 15 miliar per bulan.

Pelanggan didominasi tempat tinggal tangga dengan kekuatan 450-900 VA. Sedangkan pelanggan tegangan menengah di atas 200 KVA baru sembilan pelanggan. “Saat ini rasio elektrifikasi di Rayon Kebumen 95 persen dan th. 2019, ditargetkan telah 100 persen,” katanya.

By toha