Thu. Aug 18th, 2022

Diversifikasi Adalah : Ketahui Pengertian dan Manfaatnya

Dalam dunia bisnis istilah diversifikasi sudah tak asing lagi. Dimana diversifikasi merupakan salah satu strategi dalam operasional bisnis. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), diversifikasi adalah penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi.

Dilansir dari Collins Dictionary, diversifikasi merupakan praktik memvariasikan usaha, produk, investasi, jenis aset, dan sebagainya guna mengurangi risiko. Hal ini berarti, diversifikasi adalah mencoba peluang keuntungan dari produk atau jasa lainnya. Dengan melakukan diversifikasi, perusahaan dapat mengurangi risiko karena ketergantungan pada satu produk atau jasa. Hal ini berarti dengan mendiversifikasi dapat membuat perusahaan semakin stabil dalam bisnisnya.

Begitu pula dengan diversifikasi dalam investasi saham. Dimana investasi saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi atau dikenal sebagai investasi high risk, high return. Dengan risiko tinggi tersebut disebabkan karena harga saham terlalu fluktuatif, dimana pergerakan naik turun harga saham sangat cepat. Oleh karena itu, diperlukan langkah diversifikasi investasi saham agar dapat mengurangi risiko kerugian.

Umumnya diversifikasi investasi dilakukan pada instrumen yang saling berbanding terbalik. Sehingga, jika investasi A mengalami penurunan, maka investasi B mengalami peningkatan. Dalam melakukan diversifikasi investasi saham harus dilakukan dengan cara yang tepat. Di bawah ini adalah cara diversifikasi investasi saham yang baik dan benar:

  1. Memahami profil risiko

Dalam investasi, terdapat tiga profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam instrumen, Anda harus memilih profil resiko mana terlebih dahulu. Sejatinya, profil risiko berbicara tentang besar kecilnya risiko yang mampu ditolerir, yang dikaitkan langsung dengan jumlah keuntungan yang diinginkan.  Dengan Anda mengetahui profil risiko, maka investasi mampu mendatangkan hasil maksimal. Dari sinilah Anda bisa menentukan instrumen mana yang harus diprioritaskan untuk didiversifikasi.

  1. Menentukan target laba

Laba merupakan imbal hasil berupa uang yang dapat dinikmati dari suatu investasi. Anda harus tentukan di awal berapa banyak yang diinginkan, karena inilah yang akan membantumu mengambil keputusan saat transaksi. Dari laba yang diperoleh, kemudian selanjutnya akan didiversifikasi ke instrumen apa? Sebaiknya hal ini disesuaikan lagi dengan profil risiko Anda agar tidak kelihatan timpang atau berat sebelah.

Apabila Anda menginginkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat, maka hindari investasi yang berisiko rendah. Melakukan diversifikasi pada investasi saham tetapi beli saham beda sektor, atau instrumen lain berisiko tinggi. Tetapi jika sudah investasi saham, dan ingin investasi pada instrumen yang aman, Anda bisa memilih investasi emas ataupun investasi obligasi pemerintah.

  1. Menganalisa saham

Kegiatan investasi tidak lepas dari sejumlah analisa untuk memastikan tepat atau tidaknya alokasi dana ketika ingin diversifikasi. Lihatlah bagaimana kinerjanya di masa yang akan datang, sehingga aset yang dialokasikan bertumbuh dan memberikan hasil maksimal. Perlu dilakukan analisa dengan jelas, detail, dan lengkap dengan perhitungan. Apabila kemampuan analisa kurang, maka luangkan waktu untuk membaca buku, artikel tentang saham, atau menonton Youtube yang berhubungan dengan analisis yang ingin dipelajari.

  • Melakukan rebalancing

Rebalancing adalah proses penyeimbangan portofolio investasi yang dimiliki. kegiatannya bertujuan untuk menjaga nilai aset dengan menyesuaikan alokasi pada tiap-tiap instrumen yang ingin diinvestasikan. Sebagai contoh, Anda berinvestasi di dua instrumen, yaitu saham dan crypto dengan masing-masing bobot 50%.

Jika kinerja crypto sedang baik, Anda dapat mengalihkan sebagian modal saham, memutar modal tersebut hinga akhirnya berhasil untung. Keuntungan yang berhasil didapat ini bisa digunakan untuk mengembalikan modal saham yang pernah diambil sehingga bobot kembali seperti semula. Jika tidak melakukan rebalancing, maka risiko investasi bisa jadi lebih tinggi tanpa disadari.

  • Menyesuaikan dengan tujuan financial

Melakukan diversifikasi investasi yang baik harus disesuaikan dengan tujuan finansial, apakah itu dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Bagi Anda yang ingin memaksimalkan profit, maka Anda harus fokus untuk tujuan finansial jangka panjang agar waktu Anda mengelola portofolio investasi menjadi lebih banyak.

By sartika