Sat. Oct 16th, 2021
Ekspor Indonesia ke Taiwan 2

Warga tanah air akhir-akhir ini sedang gencar melakukan kegiatan ekspor ke berbagai negara, seperti Singapore, Taiwan, dan masih banyak lagi. Ada syarat dan ketentuan khusus harus dipenuhi ketika aka melakukan kegiatan ekspor Indonesia ke Taiwan atau negara lainnya.

Syarat yang Harus Dilengkapi Ketika Ekspor Indonesia ke Taiwan

Ekspor Indonesia ke Taiwan 1

Sebagai negara demokratis dan menjaga hubungan baik dengan bangsa lain, Indonesia sangat patuh terhadap peraturan untuk bisa ekspor berbagai macam barang ke suatu negara. Namun karena kurangnya sosialisasi, banyak orang akhirnya belum mengetahui perihal syarat dan ketentuan tersebut.

  1. Commercial Invoice

Seperti halnya pembelian barang pada biasanya, kegiatan ekspor juga membutuhkan catatan invoice. Dokumen ini sangat penting dan dibutuhkan dalam pengiriman antar negara. Semua detail barang wajib dituliskan, beserta jumlah serta harga dari rincian barang-barang tersebut.

Invoice biasanya diberikan kepada pihak importer atau negara penerimanya. Selain itu nantinya juga akan digunakan untuk laporan keuangan perusahaan tersebut. Apabila belum pernah membuatnya bisa pakai berbagai macam software otomatis di internet. Tinggal masukkan data dan cetak pdfnya saja.

  1. Pemilihan Metode Pengiriman Barang

Selanjutnya pihak pengekspor juga harus melakukan pemilihan untuk metode pengiriman barang. Biasanya masing-masing jasa pengiriman sudah punya berbagai macam pilihan seperti via laut atau udara. Setiap kargo pastinya punya cara perhitungan ongkos berbeda juga.

Jangan lupa juga untuk menanyakan lead time kepada pihak pengiriman jasa. Pilih jasa pengiriman yang bisa memberikan kepastian, sebab untuk bisnis kepastian barang sampai merupakan hal yang sangat penting. Banyak perusahaan luar negeri memakai sistem inventory JIT.

  1. Bill Of Lading

Syarat selanjutnya yang harus dipenuhi adalah adanya Bill Of Lading atau kerap disebut dengan B/L. Dokumen satu ini merupakan surat berisi pengangkutan barang yang telah dikeluarkan oleh pihak ketiga yakni jasa ekspedisi dan diserahkan kepada eksportir ketika barang sudah masuk ke kapal.

Nantinya pihak eksportir juga akan memberikan copyan atau foto dari B/L kepada pihak importer untuk memberikan keterangan bahwa barang sudah jalan. Di dalamnya juga ada informasi mengenai kapal, mulai dari pelabuhan, voyage, sampai dimana nantinya barang akan diturunkan.

  1. Airway Bill

Airway bill sebenarnya sama saja dengan B/L. Perbedaannya hanyalah pada jenis tranportasinya saja. Jika B/L menggunakan kapal maka A/L adalah pesawat atau via udara. Dokumen ini juga dikeluarkan oleh pihak ketiga baru diserahkan kepada eksportir.

Perbedaan lain antara Airway dengan B/L adalah perhitungan biayanya. Jalur udara atau via pesawat memang lebih cepat, namun harganya juga cenderung lebih mahal dari biasanya. Jadi pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan saja.

  1. Izin Ekspor dan Impor

Dokumen lain harus dipersiapkan adalah izin ekspor dan impor produk tersebut. Jika membeli lewat ecommerce seperi Amazon, Alibaba, atau Shopee Malaysia tidak membutuhkannya. Namun jika dalam jumlah besar membeli ke suatu usaha tentu harus ada lisensinya.

Ada berbagai macam surat izin yang harus dimiliki oleh pebisnis ekspor dan impor. Misalnya IU, syaratnya tempat usaha tersebut harus sudah punya pegawai. Nantinya jugaada pengawasan dari pemerintah untuk keberlanjutan tempat usaha tersebut.

Masih banyak lagi syarat dan ketentuan harus dipenuhi agar bisa melakukan proses ekspor dan impor dengan aman dan resmi. Kilo.id bisa dijadikan rekomendasi pelayanan jasa pengiriman ekspor bagi Anda yang masih awam. Nantinya mereka akan menjelaskan secara detail tata urutannya.