Tue. Apr 20th, 2021
Tembaga berfungsi sebagai pendukung banyak kebutuhan yang diperlukan untuk proses berbagai perkembangan (jantung anak, otak, sistem rangka, dan sistem sarah), pembentukan sel darah dan jaringan ikat, transportasi dan penggunaan zat besi untuk membantu mengangkut oksigen dalam darah, memproduksi energi di dalam sel, serta membantu pigmentasi pada kulit, rambut, serta mata.
Dokter menyarakan Ibu hamil mengonsumsi jumlah asupan tembaga yang diperlukan sebanyak 1 mg/hari yang di dapat dari sumber yang alami, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 1,3 mg/hari.
Sumber tembaga bisa di dapatkan dari daging tanpa lemak, ikan, ayam, hati, gandum, coklat, kismis, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Inositol

Inositol merupakan komposisi penting di dalam semua jaringan sel.
Tidak ada pedoman atau standar dari RDA tentang jumlah asupan inositol.
Sumber inositol bisa di dapatkan dari gandum, melon, kubis, jeruk, kismis, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Yodium

Yodium mencakup semua bagian tiroksin hormon tiroid yang berfungsi untuk mengatur jumlah penggunaan energi tubuh. Yodium berperan sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan tubuh, termasuk juga perkembangan otak.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan yodium yang diperlukan oleh Ibu hamil sebanyak 220 mcg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 290 mcg/hari.
Sumber yodium bisa di dapatkan dari makanan laut (ikan kod, kakap putih, perch, atau haddock), telur, garam beryodium, dan yogurt rendah lemak.
Magnesium
Magnesium merupakan komposisi penting yang terdiri lebih dari 300 enzim di dalam tubuh dan berfungsi untuk menunjang proses mineralisasi saraf, tulang, serta fungsi otot.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan magnesium yang diperlukan oleh Ibu hamil selama masa kehamilan sebanyak 400 mg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 360 mg/hari.
Sumber magnesium bisa di dapatkan dari daging, susu, sayuran hijau, Lactomama, sari pati, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Mangan

Mangan berfungsi untuk membantu tubuh dalam mengolah lemak, protein, dan karbohidrat, membantu pembekuan darah, serta melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak sel. Selama masa trimester pertama kehamilan, mangan juga membantu proses perkembangan tulang dan organ anak dan perkembangan pendengarannya. Selain itu, mangan juga berfungsi untuk membantu proses pembentukan jaringan ikat.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan mangan yang dibutuhkan sebanyak 2-3 mg/hari.
Sumber mangan bisa di dapatkan dari gandum, teh, cengkeh, sereal, kacang kering, kacang polong, biji-bijian, dan polong-polongan.

Niasin

Niasin berperan penting dalam kontribusi memproduksi energi pada seluruh sel-sel dalam tubuh serta fungsi enzim yang baik. Selain itu, niasin juga bisa membantu fungsi normal sistem saraf.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan yang dibutuhkan oleh Ibu hamil sebanyak 18 mg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 17 mg/hari.
Sumber niasin bisa di dapatkan dari daging, unggas, ikan, sereal fortifikasi, dan roti gandum yang diperkaya.

Fosfor

Fosfor berfungsi untuk membantu menghasilkan energi di dalam setiap sel tubuh serta berfungsi sebagai komposisi utama dari semua jaringan sel, DNA, serta RNA. Fosfor akan bekerja bersama dengan kalsium untuk memelihara dan mengembangkan tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, fosfor juga membantu menyalurkan asam lemak serta menjaga keseimbangan asam di dalam tubuh.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan fosfor yang dibutuhkan oleh Ibu hamil dan menyusui sebanyak 700 mg/hari.
Sumber fosfor bisa di dapatkan dari daging, unggas, ikan, gandum, produk susu, telur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Potasium

Potasium berperan sangat penting dala perkembangan sistem saraf anak dan juga berfungsi untuk mengatur aktifitas otot, transmisi impuls saraf, sintesa protein, menjaga ritme jantung, dan menjaga tekanan darah normal serta keseimbangan cairan dalam tubuh.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan potasium yang dibutuhkan oleh Ibu hamil sebanyak 4,7 g/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 5,1 g/hari. Yang perlu diperhatikan adalah jika Ibu sering muntah juga bisa menyebabkan kehabisan cadangan potasium.
Sumber potasium bisa di dapatkan dari melon, pisang, persik, buah sitrus, jus tomat dan jus jeruk, kentang, beberapa jenis sayuran berwarna seperti labu kuning yang memanjang atau (winter squash) buah kering, biji bunga matahari, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin sangat diperlukan untuk fungsi metabolisme energi dan protein, jaringan, respirasi,oksigenasi, sintesa hormon, membantu memproduksi energi di semua sel tubuh. riboflavin dosis tinggi juga bisa membantu mencegah migrain.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan riboflavin yang dibutuhkan oleh Ibu hamil sebanyak 1,4 mg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 1,6 mg/hari.
Sumber riboflavin bisa di dapatkan dari susu, produk roti, jeroan, dan sereal fortifikasi.

Selenium

Selenium berkontribusi penting dalam sistem kekebalan tubuh serta bersama dengan vitamin E berperan penting sebagai antioksidan, yang berfungsi untuk melindungi dan mencegah sel dari kerusakan. Selain itu, selenium juga berfungsi untuk membantu fungsi tiroid yang baik
Dokter merekomendasikan jumlah asupan selenium yang dibutuhkan oleh Ibu hamil selama masa kehamilan sebanyak 60 mcg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 70 mcg/hari.
Sumber selenium bisa di dapatkan dari daging segar, ikan, telur, kerang, ayam, bawang putih, biji-bijian, serta roti yang diperkaya.

Sodium

Sodium berfungsi untuk membantu dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh serta mengirimkan impuls saraf.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan sodium yang diperlukan oleh Ibu hamil dan menyusui sebanyak 1,5 g/hari.
Sumber sodium bisa di dapatkan dari daging asin, garam, mentega, margarin, dan kacang-kacangan.

Seng

Seng merupakan komponen yang sangat penting yang terdiri lebih dari 100 enzim yang terlibat langsung dalam sistem pencernaan, reproduksi, metabolisme, dan penyembuhan luka. Seng juga berperan sangat penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya perkembangan bagian otak dengan cara mengatur pembelahan sel serta perbaikan jaringan.
Seng juga membantu dalam menurunkan risiko kelahiran bayi prematur serta kehamilan dengan hipertensi.
Dokter merekomendasikan jumlah asupan seng yang dibutuhkan oleh Ibu hamil selama masa kehamilan sebanyak 11 mg/hari, sedangkan untuk Ibu menyusui sebanyak 12 mg/hari.

By toha